cnnbusinessnew.com – Emas naik mingguan karena RUU pemotongan pajak AS memicu kekhawatiran fiskal, membuka jalan bagi aliran investasi kembali ke aset safe haven. Tekanan fiskal dari legislasi ini menekan dolar dan mendorong reli harga emas.
Investor Berbondong-Bondong ke Emas karena Kekhawatiran Defisit AS
RUU pemotongan pajak AS memberi sinyal defisit besar. Congressional Budget Office memperkirakan utang tambah $3,4 triliun dalam 10 tahun, membuat emas semakin menarik sebagai lindung nilai.
Harga Spot Emas Menguat 0,5% hingga $3.343,94
Harga spot emas naik 0,5% ke $3.343,94 per oz, sementara kontrak berjangka US gold futures juga naik 0,3% mencapai $3.354.
Dolar Melemah, Emas Naik Mingguan Semakin Kompetitif untuk Pembeli Internasional
Dollar index mencatat penurunan dua minggu berturut-turut, membuat emas lebih murah bagi pembeli dari luar negeri dan mendukung laju harganya .
Tarik Ulur Tarif dan Kebijakan Fiskal Tambahan Dongkrak Emas
Presiden Trump kembali ancam tarif dan keluarkan RUU fiskal—kombinasi ini bisa lemahkan dolar lebih lanjut, mengangkat harga emas sebagai safe haven .
Kekuatan Tenaga Kerja dan Kebijakan Fed yang Stabil
Data tenaga kerja AS menunjukkan 147.000 lapangan baru dan pengangguran 4,1%, mendukung prediksi Fed menghindari pemangkasan suku bunga. Hal ini menjaga margin keuntungan emas walau dengan yield rendah.
Emas Naik Mingguan 2,2% Berkat Sentimen Fiskal & Dollar Lemah
Secara keseluruhan, emas naik 2,2% sepanjang pekan, mencerminkan respons pasar terhadap tekanan fiskal dan pelemahan dolar.
Outlook Pekan Depan: Data Makro dan Kebijakan Pajak Jadi Fokus
- Data payroll AS dan kebijakan tarif 9 Juli bisa memicu fluktuasi emas
- Jika defisit makin mengepul, koreksi suku bunga tertahan dan emas lanjut reli
Strategi Investasi: Masih Aman Masih Panas
Tren saat ini menguatkan case investor untuk pegang emas dalam portofolio. Namun jika data ekonomi makin kuat, potensi koreksi jangka pendek bisa muncul.
Kesimpulan: Emas Naik Mingguan Positif Karena Kegelisahan Fiskal
Emas menuju kenaikan mingguan karena RUU pemotongan pajak AS memicu kekhawatiran fiskal. Sebagai aset safe haven, emas mendapat dorongan dari defisit fiskal, dolar melemah, dan ketidakpastian kebijakan fiskal/tarif. Pemantauan data ekonomi dan langkah pemerintah akan menentukan tren selanjutnya.
